Social Life & The Modern World

Updated: Mar 5, 2019
Di era modern ini, teknologi berkembang sangat pesat dan telah menjadi bagian terpenting dalam kehidupan umat manusia. Dahulu kala, orang menggunakan surat serta telegram untuk berkomunikasi dan membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan berbulan-bulan untuk pesan yang disampaikan tiba. Kini, melalui Instagram, Facebook, Line, WhatsApp, Kakao Talk, dan lainnya komunikasi dapat dilakukan hanya melalui jemari. Komunikasi sebagai salah satu alat untuk berinteraksi dan menyentuh segala aspek kehidupan (Irawan, 2017). Sebanyak 70% waktu manusia dihabiskan untuk berkomunikasi (Irawan, 2017).

Komunikasi sudah menjadi bagian dalam kehidupan dan merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dari diri manusia. Bahkan, komunikasi di era modern kini juga mampu menggantikan fungsi kelas dan juga rapat di mana semakin maraknya online course dan online meeting. Tak hanya itu saja, semakin marak pula online shopping, di mana kita dapat membeli kebutuhan sehari-hari mulai dari minyak goreng hingga perabotan, mulai dari obat-obatan hingga properti. Untuk konsultasi dengan dokter pun kita tak usah jauh-jauh datang ke rumah sakit, cukup melalui chatting saja. Hidup manusia sekarang sungguh mudah, bukan?
Namun sayangnya, semakin hari kita seolah-olah tenggelam dalam dunia virtual dan melupakan dunia nyata. Dari kafe hingga rumah makan, arisan hingga rapat, semua terlihat sibuk dengan smartphone masing-masing. Berdasarkan data dari comScore pada Cross Platform Future in Focus report mereka, rata-rata manusia menghabiskan waktu sebanyak 2 jam 51 menit menggunakan smartphone mereka. Atau dalam setahun sebanyak lebih dari 1000 jam dihabiskan oleh manusia pada smartphone mereka.
Mengapa hal ini terjadi? Banyak faktor yang dapat mempengaruhi tingginya penggunaan smartphone, dalam artikel yang dirilis pewinternet 79% orang menggunakan smartphone mereka untuk mengakses informasi, dan 34% juga menyatakan bahwa mereka merasa kehilangan tanpa adanya smartphone mereka. Semakin tingginya penggunaan smartphone serta semakin seringnya komunikasi secara online akan menyebabkan berbagai dampak dan pergeseran budaya. Padahal, komunikasi secara langsung merupakan hal penting dan berpengaruh terhadap konsep diri individu. Suranto (dalam Irawan, 2017), menyatakan bahwa konsep diri menentukan komunikasi interpersonal individu. Konsep diri sendiri merupakan gambaran diri manusia berdasar hasil interaksi dengan lingkungan mereka (Agustiani dalam Irawan, 2017).

Tentunya kita tidak bisa benar-benar terlepas dari smartphone, teknologi sudah bagaikan nafas dalam kehidupan. Tetapi, kita bisa menguranginya dengan tidak menggunakan smartphone ketika sedang menghabiskan waktu bersama teman atau kerabat, lebih sering mengadakan komunikasi interpersonal secara langsung daripada online, atau bahkan mengunduh beberapa aplikasi seperti Forest untuk mengurangi penggunaan smartphone. Yuk eratkan quality time dengan sesama. Be a wise smartphone user, peeps!
Referensi :
Irawan, S. (2017). Pengaruh konsep diri terhadap komunikasi interpersonal mahasiswa. Scholaria, 7(1), 39-48.
Author: Reyalda Fildzah D.



Comments