top of page

Berdamai dengan Depresi di Masa Pandemi

Writer: arayou
arayou
Oct 16, 2020
2 min read


Naik turun kehidupan seringkali berdampak pada kekacauan diri. Kehilangan harapan dan tujuan hidup. Suasana hati yang tak kunjung membaik. Merasa bahwa seolah-olah kesedihan tak kunjung hilang, dan kebahagiaan tak kunjung datang. Konsentrasi pun berkurang, hingga berdampak pada produktifitas yang terus menurun. Terlebih lagi dimasa pandemi seperti sekarang ini, kecemasan dan tekanan rasanya selalu hinggap dalam keseharian.


Dikutip dari Tirto.id, penelitian yang dilakukan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) menunjukkan bahwa dari 1.522 responden, sebanyak 64,3 persen masyarakat mengalami cemas dan depresi akibat adanya pandemi COVID-19. Dan juga penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Boston University School of Public Health menjelaskan bahwa gejala depresi pada orang dewasa di Amerika Serikat telah meningkat lebih dari 3 kali lipat selama pandemic, dari 8,5% sebelum Covid-19 menjadi 27,8% selama pandemic.


Tentu saja kondisi ini akan berpengaruh pada perilaku individu terhadap lingkungannya yang akan berdampak besar apabila semakin banyak orang memiliki gejala depresi dan belum teratasi dengan baik. Gejala utama dari depresi itu sendiri adalah gangguan tidur, kurang percaya diri, lelah tidak bertenaga, dan kehilangan minat.


Kehilangan minat dalam hidup saat depresi adalah hal yang wajar, tetapi melakukan beberapa aktivitas favorit akan membantumu untuk merasa lebih baik. Selain itu, apa yang dapat kita lakukan untuk hidup berdampingan dan berdamai dengan depresi?


  • Terus lakukan aktivitas yang kamu nikmati sebelumnya. Ini penting, meskipun kamu tidak menikmatinya sekarang.


  • Lakukan yang terbaik untuk tetap aktif setiap hari. Penelitian menunjukkan bahwa olahraga teratur sama efektifnya dengan pengobatan dalam meredakan depresi ringan.


  • Ketahui pemicu dan faktor risiko Anda. Penyebab umum depresi termasuk kesepian, peristiwa kehidupan yang menyakitkan, stress, penyakit kronis atau bahkan lingkungan yang buruk.


  • Cobalah untuk tetap berhubungan dengan orang lain. Orang yang depresi biasanya menjauhi orang lain, tetapi keterasingan dan perasaan kesepian bisa memperparah depresi.


  • Pertahankan rutinitas. Bangunlah pada waktu yang sama setiap pagi dan hindari tidur siang di siang hari. Terlalu banyak atau terlalu sedikit tidur malah akan membuat kondisimu memburuk.


  • Cobalah untuk mengontrol kebiasaan overthinking. Hindari untuk terus memikirkan pikiran dan perasaan negatif. Fokuslah pada pemikiran realistis dan ceritakan kekhawatiranmu.


  • Jadwalkan waktu rutin untuk bersantai. Orang yang depresi sering merasa gelisah. Cobalah untuk meditasi, olahraga, atau luangkan waktu untuk hobi atau apa saja yang cocok denganmu.


  • Jangan mengobati diri sendiri dengan alkohol atau obat-obatan. Penyalahgunaan zat menyebabkan berbagai masalah dan juga akan membuatmu merasa lebih buruk dalam jangka panjang. Kecuali obat-obatan tersebut memang resep dari dokter.


  • Cari dukungan. Ceritakan keluh kesahmu dengan orang yang kamu percayai, bisa dengan anggota keluargamu atau teman dekatmu.


  • Temui ahli professional. Jika kondisimu semakin memburuk meskipun kamu sudah berusaha, selalu cari bantuan professional ya, Bestie!


Terima kasih sudah mau berjuang untuk bangkit kembali

Terima kasih sudah kuat bertahan di kondisi ini

Tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja

Kondisi ini akan membuatmu menjadi sebaik-baiknya manusia


Karena setiap awal, pasti ada akhirnya

Setiap penyakit, pasti ada obatnya

Dan setiap cobaan, pasti ada hikmahnya



Written by: Lutfia Indah Hapsari

Sumber:


 
 
 

Comments


© 2019 by Arayou.id. Proudly created with Wix.com

bottom of page