top of page

Membingkai Patah Hati

Writer: arayou
arayou
Dec 7, 2020
2 min read

Putus cinta seringkali menjadi momok tersendiri bagi seseorang yang menjalin hubungan dengan orang lain. Pengalaman gak menyenangkan ini biasanya menimbulkan berbagai macam reaksi. Mulai dari galau, sedih, susah tidur, makan jadi gak teratur, terus-menerus mengingat kenangan bersama mantan pasangan, dan lain sebagainya. Baik hubungan yang sudah berjalan lama maupun hubungan yang baru sebentar, fase putus cinta akan terasa sama. Sama-sama menyakitkan.


Beberapa dari orang yang mengalami putus cinta, dapat bangkit dari keterpurukan. Mulai kembali menjalani hari-hari seperti biasa, meskipun ada hal yang berkurang pada dirinya. Menerima kenyataan bahwa hidup akan terus jalan, dengan atau tanpa “dirinya”.


Akan tetapi, bagaimana dengan orang yang masih kesulitan untuk bangkit? Bagaimana dengan orang yang terlanjur menaruh harapan lebih pada mantan pasangan, yang kini harus kandas hubungannya dan sirna harapannya? Pasti berat rasanya.


Fase putus cinta yang berhasil dilewati pun, terkadang membuat seseorang menjadi menutup diri, takut untuk memulai sesuatu yang baru, takut menjalani rutinitas karena bayangan masa lalu.


Hubungan baru? Gak dulu deh…

Jalan-jalan ke tempat X? Duh, takut keinget mantan…


Rasanya dunia berputar di tempat itu-itu aja. Mau bangkit rasanya susah. Mau kembali ke masa lalu juga tidak sepadan dengan resikonya.


Is it normal to have a trauma after a breakup?

YES dear. Kesedihan pasca putus cinta memang terasa menyakitkan. Hal yang wajar jika kamu termasuk salah satu orang yang merasa kesulitan untuk bisa kembali tersenyum setelah hal-hal berat yang telah kamu lalui. Akan tetapi, bukan hal yang wajar jika kamu terus-menerus menjadikan kesedihan itu berlarut-larut dan tak kunjung usai.

Pertanyaannya, how to deal with a traumatic love experience?


1.Menerima diri sendiri

Menerima diri sendiri bisa berarti dapat menerima kenyataan bahwa yang lalu biarlah berlalu. Semua hal dapat terjadi karena suatu alasan. Pikirkan bahwa seberat apapun rasanya berpisah, ada alasan tertentu yang menyebabkan hal tersebut adalah sebuah keputusan terbaik untuk hubungan kalian.


2. Cari kegiatan baru

Sibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan yang belum pernah atau belum sempat dicoba sebelumnya. Pernah dilarang nge-game sama mantan pacar? Yuk cobain cari tau game baru yang lagi ngetren lalu coba mainkan bareng temen. Mantan pacar pernah ngelarang kamu jalan-jalan bareng temen? Yuk sekarang coba luangkan waktumu bareng temen-temen. Lakukan hal-hal seru yang belum pernah kamu coba sebelumnya. Kamu juga bisa cari hobi baru untuk isi waktu luangmu.


3. Perbanyak relasi pertemanan

Putus cinta bukan alasan untuk menutup diri dengan orang baru. Mungkin berat awalnya untuk memulai hubungan lagi. Akan tetapi, apa salahnya untuk memperbanyak relasi pertemanan? Coba ikuti organisasi dan komunitas di bidang yang kamu sukai. Kamu akan menemukan berbagai macam teman dengan latar belakang yang berbeda dan juga sifat yang berbeda. Asik rasanya untuk bisa bertukar cerita dan pengalaman dengan teman baru.


Bangkit dari keterpurukan memang sulit, tapi bukan hal buruk untuk dicoba. Yuk bangkit dan senyum kembali. Dunia senang jika kamu tersenyum <3


Written by : Ninda D.


 
 
 

Comments


© 2019 by Arayou.id. Proudly created with Wix.com

bottom of page