top of page

Emerging Adulthood : The Most Confusing Period?

Writer: arayou
arayou
Feb 25, 2019
3 min read

Updated: Mar 5, 2019


Masa muda, masa yang berapi-api yang maunya menang sendiri walau salah tak peduli.

Yak kira-kira seperti itulah kata Bang Rhoma tentang masa muda, masa dimana banyak dari kita yang merasa ‘gengsi’ ketika melakukan kesalahan dan tidak mau mengakuinya. Selain itu, di masa ini banyak dari kita yang masih ‘plin-plan’ dan ‘galau’ dalam mengambil keputusan tapi banyak juga dari kita yang langsung mengambil keputusan tanpa pikir panjang.




Kali ini, sesuai dengan judulnya saya ingin membahas tentang Emerging Adulthood. Apa itu? Emerging Adulthood menurut (Arnett, 2000) adalah konsep baru dalam perkembangan. Kalau ada Remaja Akhir dan Dewasa Awal, Emerging Adulthood ini exactly the same tapi dia menggabungkan keduanya jadi satu dan dia membuat range umur yaitu 18-25 tahun. Range umur inilah yang dinamakan Emerging Adulthood.

Di masa ini kebanyakan dari kita mengalami banyak sekali perubahan, mencari cinta, mencari pekerjaan yang tepat, sampai cara pandang kita terhadap dunia menurut Erikson,1968; Rindfuss, 1991 (dalam Arnett,2000). Sebelum teori Emerging Adulthood ini muncul orang-orang yang masuk kategori umur 18-25 ini gak berpikir kalau mereka dewasa maupun remaja. Mereka berpikir kalau mereka ada diantara Kedewasaan dan Masa Remaja, maka dari itulah muncul teori ini.

Ngomong-ngomong soal menuju kedewasaan, hal yang sering terlintas di pikiran banyak orang adalah pencarian jati diri sampai identity issues. Hal ini sebenarnya adalah hal yang wajar dan umum dialami para remaja. Arnett (2000) mengatakan pencarian identitas ini kebanyakan dimulai di umur Emerging Adulthood dibandingkan di masa remaja.

Identity issues dalam Emerging Adulthood itu bisa dikategorikan di 3 area utama pencarian identitas yaitu Love, Work, Worldviews (pandangan terhadap dunia). Mulai dari Love, contoh simpelnya adalah ‘cinta monyet’. Menurut penelitian, pacaran di umur remaja itu hanya untuk seru-seruan saja tetapi, berbeda di umur Emerging Adulthood, eksplorasi tentang cinta itu menjadi lebih serius. Untuk masalah pekerjaan, orang-orang di range umur ini kebanyakan punya part-time job. Mereka berpikir dengan part-time job mereka bisa merasakan dunia kerja dan siapa tahu part-time job mereka ini bisa jadi pengalaman kerja yang bisa berguna untuk pekerjaannya ketika masuk ke Adulthood  nanti. Sedangkan untuk Worldviews, menurut Pascarella & Terenzini, 1991 (dalam Arnett, 2000) pandangan terhadap dunia akan berubah seiring berjalannya waktu, pada masa Emerging Adulthood terutama kepada mereka yang berkuliah, tapi tidak menutup kemungkinan juga bagi mereka yang tidak berkuliah akan merubah cara pandang mereka terhadap kepercayaan mereka.

Seperti yang sudah dibahas, Emerging Adulthood ini bukanlah Adulthood dan di masa ini akan ada banyak perubahan dalam diri seseorang dan seseorang akan mengeksplor dirinya lebih jauh. Nah supaya tidak bingung dalam menjalani masa ini, ada beberapa tips untuk para Emerging Adults! (Trible, 2017) :

1. Eksplor dirimu dari Love, Work, dan Worldviews.

Fokus kepada diri sendiri bukanlah sebuah keegoisan dan ini adalah hal yang perlu dilakukan supaya kamu bisa mengenal dirimu. Contohnya: Traveling, membangun hubungan pertemanan yang kuat, bekerja sampingan, dan hal-hal lain yang ingin kamu coba.

2. Kamu tidak sedang lomba lari sprint disini, Emerging Adulthood itu Marathon. Tidak perlu terburu-buru yang penting kamu sampai kepada tujuanmu step by step.

3. Support system! Tanyakan ke dirimu:

Apakah kamu suka berkumpul dengan teman-teman dekatmu?

Rutinitas Self-care seperti apa yang kamu punya?

4. Apakah kamu sudah menciptakan makna melalui menjadi relawan, menjadi mentor, dan dengan menulis?


Emerging Adulthood adalah masa yang membingungkan bagi sebagian dari kita, tetapi kebingungan itu akan kita lewati untuk menuju diri yang lebih baik dan menjadi orang dewasa yang bijak. Jadi, jangan lupa untuk mengeksplor diri sedalam-dalamnya dan jangan terburu-buru baby steps it is. Yang paling penting! jangan lupa cintai diri kalian. Love yourself!



source :

Arnett, Jeffrey Jensen. (2000). Emerging adulthood : a theory from the late teens trough  the twenties. University of Maryland College Park.

Tribble, Hannah. (2017). Tips for emerging adulthood. Maxine platzer lynn women’s center at the University of Virginia. https://womenscenter.virginia.edu/2017/06/tips-emerging-adulthood


Author: Maghrizkia Aulia Wilda


 
 
 

Comments


© 2019 by Arayou.id. Proudly created with Wix.com

bottom of page