Overthinking? Yuk Coba Menjadi Mindful


Seringkali mengalami insomnia, sering merasa cemas, atau mungkin sering membandingkan diri dengan orang lain, kamu mungkin termasuk golongan Overthinkers. Kamu tipe pemikir yang memikirkan banyak hal. Entah itu hal yang sudah terjadi atau bahkan belum terjadi sampai ke hal yang tidak mungkin terjadi, seperti Godzilla yang obrak abrik Jakarta, atau pesawat luar angkasa yang tiba-tiba mendarat di Bandara Juanda. Selalu berpikir pasti melelahkan bukan? Lalu kenapa kita overthinking? Cara berhentinya bagaimana?
Alasannya simple, karena kita sebagai manusia diberi akal untuk berpikir. Bisa dibilang, kita semua adalah ilmuwan, atau Scientists. Kita selalu penasaran dengan banyak hal di dunia, dan kita juga selalu haus akan jawaban. Itu semua adalah hal yang wajar terjadi dan termasuk salah satu cara kita sebagai manusia untuk bertahan hidup. Overthinking memang tidak selalu buruk, karena kita tahu banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi. Ovethinking akan menjadi buruk ketika pikiran itu mengganggu aktifitas kita sehari-hari seperti, tidak bisa tidur atau fokus dengan pekerjaan. Perlu di garis bawahi bahwa, overthinking adalah rasa takut. Rasa takut yang dimaksud adalah, ketika kita tidak memiliki kontrol akan suatu hal yang sudah ditanamkan ke diri kita sejak kecil (Dowden, 2019). Semakin kita overthinking, semakin kita memperbolehkan rasa takut itu untuk masuk ke dalam pikiran kita.
Salah satu cara untuk stop overthinking adalah, Practice Mindfulness. Mindfulness adalah kemampuan untuk fokus pada keadaan saat ini (be in the present) dan kemampuan untuk menerima pikiran yang datang tanpa menghindar atau menilainya sebagai baik atau buruk (Germer, 2004). Kunci dari mindfulness sendiri, adalah kita harus belajar bagaimana cara untuk pay attention. Ketika pikiran atau emosi itu datang, kamu bisa coba untuk mengeksplor emosi dan pikiran itu, kira-kira kenapa bisa muncul. Hal penting lainnya adalah, untuk menyadari bahwa merasakan emosi, merupakan sebuah hal yang natural dan setiap orang mengalaminya. Memang, tidak akan mudah ketika pertama kali mencoba untuk menjadi lebih mindful.
Untuk itu, kamu bisa coba beberapa Teknik Mindfulness yang simple di bawah ini :
1. Duduk dibawah matahari
2. Jalan kaki
3. Deep Breathing (latihan pernapasan)
· Kamu bisa coba tarik napas yang dalam lalu keluarkan secara perlahan. Dan lakukan secara berulang ketika kamu merasakan stress.
4. Melihat ke langit malam
5. Sit quietly atau dengan meditasi
6. Write a journal
· Tulis hal-hal apa yang kamu rasakan, baik itu happy atau sedih, sampai perasaan yang negatif, seperti cemas atau stress.
7. Grounding Technique
· Bisa sangat membantu saat merasa cemas, marah, atau overwhelmed
· Hitung mundur 5-4-3-2-1 hal-hal ini
o 5 things you see
o 4 things you feel
o 3 things you smell
o 1 thing you taste
Perlu diingat, mindfulness bisa dipraktekkan setiap saat. Bahkan, mindfulness bisa dipraktekkan ketika kita sedang sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Menurut penelitian yang dilakukan The Bronfenbrenner Center for Translational Research, mindfulness dapat membantu meredakan kecemasan, depresi bahkan rasa sakit hingga meningkatkan kualitas hidup kita. Jadi, mulai saat ini kamu bisa coba praktekkan mindfulness di kehidupan sehari-hari ya! Goodluck ^^
Written By : Maghrizkia Aulia W.
Sumber:
Germer, C. (2004). What is mindfulness. Insight journal Psychology : Fall 2004.



Comments