Perjalanan Mencari Tujuan Hidup dan Menemukan Diri


“Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja” - Buya Hamka
“Your life is a result of the choices you make. If you don’t like your life, it is time to start making better choices” - Anonymous
Konon katanya, salah satu perjalanan terberat dalam kehidupan kita adalah proses menemukan diri. Proses menerima, memahami, serta berdamai dengan diri sendiri.
Layaknya roda yang terus berputar, hidup manusia pun juga demikian. Saya ingat sekali tulisan favorit saya dari Dee Lestari yang berbunyi “Akan tetapi hidup ini cair, semesta bergerak, dan realitas berubah. Seluruh simpul dari kesadaran kita berkembang mekar. Hidup akan mengikis apa saja yang memilih diam, memaksa kita untuk mengikuti arus agungnya yang jujur, tetapi penuh rahasia. Kamu, tidak terkecuali” serta “Di tengah gurun yang tertebak, jadilah salju yang abadi. Embun pagi tak akan kalahkah dinginmu, angin malam akan menggigil ketika melewatimu, oase akan jengah, dan kaktus terperangah. Semua butir pasir akan tahu jika kau pergi, atau sekadar bergerak dua inci”. Kedua penggalan tulisan ini begitu mengingatkan saya akan kehidupan. Bahwa sungguh tidak ada yang abadi, bahwa hidup ini singkat dan diantara segala pilihan dalam hidup, jadilah baik, jadilah terang.
***
Dalam perjalanan kehidupan seringkali kita dihadapkan dengan berbagai pilihan hidup. Tak jarang juga kita dihadapkan dengan berbagai krisis serta tanggung jawab. Sama halnya seperti nahkoda kapal, kita harus tahu arah dan tujuan kita supaya mampu membuat perencanaan dalam menghadapi berbagai krisis kehidupan. Selain itu, memiliki tujuan hidup juga mampu memberi dampak positif seperti meningkatkan kesejahteraan, kesehatan fisik dan mental, kebahagiaan serta kepuasan hidup.
Perspektif Psikologi
Menurut Bronk (2014), tujuan hidup merupakan tekad dari dalam diri individu untuk mempertanggung jawabkan atas keberadan hidupnya, baik terkait alasan mengapa ia hidup, dan bagaimana ia memaknai momen-momen tertentu dalam hidupnya. Keyes (2011) menjabarkan tujuan hidup sebagai perasaan yang didapatkan individu akan kehidupan serta mendedikasikan hidupnya untuk kegiatan pribadi maupun sosial. Atau dalam kata lain, tujuan hidup adalah rencana seseorang terkait hidupnya untuk saat ini dan di masa yang akan datang.
Ada berbagai faktor yang berperan dalam proses pencarian tujuan hidup, yaitu:
1) Dukungan Sosial
Dukungan sosial menjadi salah satu faktor penting dalam penentuan tujuan hidup. Dukungan sosial dapat berasal dari keluarga inti (ayah dan ibu), keluarga besar serta lingkungan sekitar.
2) Pendidikan
Remaja dan dewasa yang telah mendapat gelar sarjana sebagian besar merasa yakin akan tujuan mereka karena sekolah menjadi salah satu tempat bertumbuhnya tujuan hidup. Selain itu, para remaja dan dewasa yang telah mendapatkan gelar sarjana, ditemukan lebih percaya diri, dalam mengejar dan mewujudkan tujuan jangka panjangnya (Bronk, 2014).
3) Perkumpulan Komunitas
Menuruk Bronk (2014), individu yang tergabung dalam berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat yang disenangi atau nilai yang dianut dalam dirinya, seperti aktif dalam kegiatan ibadah, menjadi sukarelawan, atau tergabung dalam kegiatan seni, menunjukkan adanya korelasi yang positif antara tingginya pengembangan serta pemeliharaan tujuan hidup.
Menentukan sebuah tujuan dalam hidup dapat kita mulai dengan mengenali diri kita. Siapakah diri kita ini, apa yang kita sukai, apa yang menjadi talenta kita serta apa yang kita inginkan. Coba deh perbanyak pengalaman dengan mengikuti kegiatan seperti volunteer atau exchange. Atau bisa juga kok se-sederhana membaca buku dan melakukan self-talk. Seiring berjalannya waktu, kita akan mulai mengenali diri dan memahami apa yang kita tuju dalam hidup ini.
***
Jadi, sudahkah kamu menemukan tujuan hidupmu? Tidak perlu terburu-buru. Eventually you will find where you are meant to be, so take your time. Memangnya, hidup ada garis finish-nya?
Written By: Reynalda Fildzah D.
Referensi:
Bronk, K. C. (2014). Purpose in life: A critical component of optimal youth development. New York, NY: Springer.
Keyes, C. L. (2011). Authentic purpose: The spiritual infrastructure of life. Journal of Management, Spirituality & Religion, 8(4), 281–297.



Comments