Sudahkah Kamu Mengenal Dirimu?


Pernah gak sih kamu merasa kurang bersemangat dalam menjalani keseharian, merasa bahwa segala sesuatunya berjalan dengan monoton, sulit untuk menghadapi konflik atau sulit dalam memahami orang lain. Bisa jadi itu terjadi karena kalian kurang mengenal diri sendiri lho.. Kebingungan akan tujuan hidup, kurang memahami potensi dan kapasitas diri, kurang memahami kelebihan dan kekurangan diri sendiri, dan sebagainya.
Nahh.. pada kesempatan kali ini ARAYOU ingin membahas mengenai Know Yourself. Mengenal diri itu seperti apa sih? Seberapa penting sih kita mengenal diri? Dan bagaimana cara kita untuk mengenal diri? Yukk langsung saja ke pembahasan.
Apa itu Mengenal Diri?
Salah satu teori yang dikemukakan oleh Erik Erikson (tokoh Psikologi Perkembangan) menjelaskan bahwa terdapat delapan fase krisis perkembangan yang dialami manusia sejak masa kelahiran hingga dewasa. Seseorang harus memutuskan siapakah dirinya, bagaimanakah dirinya, tujuan apakah yang ingin diraih ini termasuk dalam tahap Identity VS Identity Confusion, yang mana ini terjadi pada tahap yang dialami seseorang pada masa remaja.
Namun, penelitian yang dilakukan oleh Jeffrey Jensen Arnett Ph.D justru mengejutkan. Mulai tahun 1995, beliau mewawancarai 300 anak muda berusia 18 hingga 29 tahun di kota-kota di seluruh negara selama lima tahun, menanyakan pertanyaan tentang apa yang mereka inginkan dalam hidup. Terlepas dari perbedaan mencolok dalam latar belakang sosial mereka, Arnett terkejut akan jawaban serupa mereka, yakni mengenai feeling in between --mengetahui bahwa mereka sedang menghilangkan perjuangan masa remaja dan mulai merasa bertanggung jawab atas diri mereka sendiri, tetapi masih terikat erat dengan orang tua dan keluarga. Mereka juga melaporkan merenungkan identitas pribadi mereka, sebuah topic yang mengejutkan Arnett, yang mengira sebagian besar akan menjawab pertanyaan itu saat remaja, yang mana itu sesuai dengan teori yang disampaikan Erikson.
Berdasarkan wawancara tersebut dan memeriksa indikator demografis yang luas, Arnett mengusulkan periode baru dari perkembangan rentang hidup yang dia sebut "Emerging Adulthood”. Dia menggambarkan Emerging Adulthood sebagai masa dari akhir masa remaja hingga tanggung jawab dewasa muda atas pekerjaan yang stabil, pernikahan dan menjadi orang tua.
Penelitian Arnett menunjukkan bahwa emerging adults menginginkan banyak hal dalam hidup --pekerjaan yang bergaji tinggi dan bermakna secara pribadi serta ikatan yang langgeng dengan pasangan. Namun, tidak sedikit yang berujung pada kekecewaan.
"Jika kebahagiaan adalah perbedaan antara apa yang Anda harapkan dalam hidup dan apa yang sebenarnya Anda dapatkan, banyak emerging adults menempatkan diri pada ketidakbahagiaan karena mereka berharap begitu banyak," katanya.
Maka dari itu, Self-knowledge penting untuk satu alasan utama: because it offers us a route to greater happiness and fulfilment. Kurangnya self-knowledge membuatmu mudah terjerumus pada ambisi yang salah. Dipersenjatai dengan self-knowledge yang benar, kita memiliki peluang lebih besar untuk menghindari kesalahan dengan orang lain maupun dalam menentukan pilihan hidup kita.
Menurut Ryan Howes Ph.D (Psikolog klinis), setiap orang memiliki cara yang unik dan berbeda dalam menghadapi dan menjalani hidupnya. Oleh karenanya, sangat penting bagi kita untuk memahami perbedaan itu untuk meminimalisir kemungkinan munculnya tekanan yang timbul karena kita tak bisa memahami diri sendiri.
Manfaat Mengenal Diri
Salah satu filsuf ternama mengatakan bahwa:
“To know thyself is the beginning of wisdom” - Socrates
Mengenal diri sendiri merupakan awal dari kebijaksanaan. Sebelum kamu mengenal orang lain, alangkah baiknya kamu mengenal dirimu terlebih dahulu. Mengenal dirimu akan memudahkanmu dalam mengenal orang lain, bahkan dalam membuat keputusan dengan bijak.
Nahh.. untuk lebih jelasnya kami jabarkan beberapa manfaat memiliki self-knowlegde nih, yaitu:
· Kebahagiaan. Kamu akan lebih bahagia saat bisa mengekspresikan dirimu. Mengekspresikan keinginanmu akan membuatmu lebih mungkin mendapatkan apa yang diinginkan.
· Lebih sedikit konflik batin. Jika segala perilaku dan tindakanmu sesuai dengan perasaan dan nilai batin, tentu saja konflik batinmu akan berkurang.
· Pengambilan keputusan yang lebih baik. Ketika kamu mengenal diri sendiri, kamu dapat membuat pilihan yang lebih baik tentang segala hal, mulai dari keputusan kecil seperti sweater yang akan dibeli hingga keputusan besar seperti dengan siapa kamu akan menghabiskan hidupmu. Kamu akan memiliki pedoman yang dapat diterapkan untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan.
· Kontrol diri. Ketika kamu mengenal diri sendiri, kamu dapat memahami apa yang memotivasimu untuk menolak kebiasaan buruk dan mengembangkan kebiasaan baik. Kamu akan memiliki wawasan untuk mengetahui nilai dan tujuan mana yang memunculkan willpowermu.
· Resistensi terhadap tekanan sosial. Jika kamu berpijak pada nilai dan preferensimu, kecil kemungkinan kamu akan mengatakan "ya" saat ingin mengatakan "tidak".
· Toleransi dan pemahaman orang lain. Kesadaranmu mengenai kelemahan dan perjuangan diri sendiri dapat membantumu untuk berempati dengan orang lain.
· Vitalitas dan kesenangan. Menjadi diri sendiri yang sebenarnya membantumu merasa lebih hidup dan membuat pengalaman hidupmu lebih kaya, lebih besar, dan lebih menarik.
Ternyata banyak banget ya manfaat positif ketika kita mengenal diri. Selain dari itu, dalam keseharian segala aktivitass kita akan lebih produktif hingga tercipta well-being.
Cara Mengenal Diri
Setelah mengetahui manfaatnya, lalu gimana yaa cara kita mengenal diri? Nahh berikut beberapa cara untuk memudahkanmu dalam mengenal diri yang disingkat menjadi VITALS (yang dikutip dari PsychologyToday.com), terdiri dari Value, Interest, Temperament, Around-The-Clock-Activities, Life Mission and Meaningful Goals, Strengths/Skill.
1. Value (Nilai)
Setiap manusia pasti memiliki tujuan dan value yang beragam. Seperti ingin membantu orang lain, menjadi kreatif, memiliki kesehatan jiwa dan raga yang baik, memiliki finansial yang stabil, dan sebagainya.
Penelitian mengungkapkan bahwa dengan hanya memikirkan atau menuliskan nilai-nilai hidup dapat membuatmu temotivasi dalam bertindak yang “sehat”. Motivasi yang diberikan oleh values yang berharga juga dapat membuatmu untuk terus maju bahkan ketika kamu lelah.
If you want to self-motivate, know your values!
2. Interest (Minat)
Minat mencakup passions, hobi, dan apapun yang menarik perhatianmu. Untuk mengetahui minatmu, tanyakan pada dirimu pertanyaan-pertanyaan ini: Apa yang membuatmu tertarik? Kamu penasaran dalam hal apasih hingga kamu bisa lupa waktu untuk mengulik hal tersebut? Apa yang membuat Anda khawatir? Apa yang menarik perhatianmu?
Nah, setelah kamu mengetahui ketertarikanmu tadi, ini akan memberimu petunjuk akan hasrat terdalam yang akan membawamu pada tujuan hidup.
3. Temperament (Emosi/Pembawaan)
Temperamen akan menggambarkan pembawaanmu seperti apa. Apakah kamu seseorang dengan tipe memulihkan energi dengan kesendirian (Introvert) atau berdasarkan kebersamaan (extrovert)? Apakah kamu seseorang yang perencana atau flexible? Apakah kamu membuat keputusan dengan berdasarkan perasaan atau pikiran dan fakta?
Nah dengan mengetahui jawabanmu, ini dapat membantu dalam mengarahkanmu untuk bisa berkembang dan menghindari situasi yang kurang cocok untukmu.
4. Around The Clock Activities (Jam Biologis)
Apakah kamu seseorang yang aktif di pagi hari atau malah di malam hari? Pada jam berapa kamu merasakan energimu berkobar? Pada jam berapa kamu lebih bisa fokus dan produktif?
Setiap orang memiliki jam biologisnya masing-masing, kapan jadwal biologis untuk bisa fokus dan produktif. Ternyata aktif pada waktu terbaik dapat membuatmu bekerja dengan baik, selain itu kamu lebih bisa menikmati hidup atau dalam menjalani keseharian.
If you schedule activities when you are at your best, you are respecting your innate biology.
5. Life Mission and Meaningful Goals (Tujuan Hidup)
Tanyakan pada dirimu, peristiwa apa yang paling berkesan atau dalam hidupmu? Nah, dari peristiwa tersebut mungkin kamu akan menemukan petunjuk mengenai identitas tersembunyi, karir, hingga kepuasan hidup yang selama ini kamu cari. Setelah mengetahui itu, kamu akan lebih bisa menentukan tujuan hidupmu serta bagaimana Langkah-langkah untuk meraih itu semua.
6. Strengths/Skill (Kekuatan atau Kemampuan)
Kekuatan tidak hanya mencakup kemampuan, keterampilan, dan bakat. Tetapi juga kekuatan karakter seperti kesetiaan, rasa hormat terhadap orang lain, kemauan untuk terus belajar, kecerdasan emosional, keadilan, dan sebagainya.
Dengan menyadari kekuatanmu ini merupakan salah satu fondasi dalam membangun kepercayaan diri. Namun, ketika kamu tidak mengetahui kekuatan terbesar dalam dirimu justru akan membawamu pada kondisi tidak percaya diri.
Dengarkanlah pujian orang lain terhadapmu dan mencari tahu keterampilan yang kamu kuasai akan menjadi petunjuk untuk menemukan kekuatan dirimu. Demikian juga dengan mengetahui kelemahan, dapat membantumu untuk jujur terhadap diri sendiri maupun orang lain tentang apa yang tidak kamu kuasai. Mungkin kamu akan memutuskan untuk mengatasi kelemahan itu atau menerimanya sebagai bagian kecil yang ada pada dirimu.
“Be yourself” satu kalimat yang seringkali kita dengar, namun sulit untuk direalisasikan. Tapi, akan lebih sulit rasanya ketika kita menjadi orang lain atau menuruti segala tuntutan orang lain yang tiada habisnya, justru malah menjauhkan kita dari kondisi well-being.
Kenali dirimu, dan jadilah manusia terbaik menurut versimu 😊
Written by:
Lutfia Indah Hapsari
Sumber:
Crane, William. 2014. Teori Perkembangan: Konsep dan Aplikasi, Yogyakarta : Pustaka Pelajar.



Comments