The Art of Forgiveness


“If we really want to love, we must learn how to forgive” –Mother Teresa
“Forgiveness does not change the past but it does enlarge the future” –Paul Lewis Boese
“There is no love without forgiveness, and there is no forgiveness without love” –Bryant H.
“To forgive is the highest, most beautiful form of love. In return, you will receive untold peace and happiness” –Robert Muller
“Forgive yourself and welcome love back into your life” –Wayne Dyer
Meminta maaf dan memaafkan mungkin terlihat mudah bagi sebagian orang, tetapi tak sedikit pula yang merasakan susahnya melakukan kedua hal ini. Sebenarnya, apa sih maaf itu? Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), maaf dapat didefinisikan sebagai pembebasan seseorang dari hukuman karena adanya suatu kesalahan, sedangkan meminta maaf adalah ungkapan permintaan ampun atau penyesalan, dan memaafkan adalah memberikan ampun atas kesalahan orang lain.
Setelah mengetahui definisi dari maaf, terlihat sederhana dan mudah, bukan? Tetapi realitanya hal ini cenderung susah untuk dilakukan. Biasanya, di momen-momen seperti ini ego dan hati manusia lagi bertabrakan. Padahal, meminta maaf dan memaafkan memiliki banyak sekali manfaatnya lho, meliputi:
Mengurangi stress. Tentunya karena kita lega, stress kita pun juga berkurang.Meningkatkan hormon endorphin. Hormon endorphin bisa bikin bahagia lho!Meningkatkan produktivitas.Meningkatkan kesehatan jantung.Memperbaiki kualitas tidur.
Gimana? Menarik ya manfaatnya! Yakin nggak mau belajar minta maaf dan memaafkan? Yuk sama-sama belajar, berikut tips yang bisa dilaksanakan:
Ungkapkan perasaan kepada lawan pihak.Fokus pada tujuan. Apakah ketika kita meminta maaf dan memaafkan hanya untuk orang lain? Atau lebih banyak dampak positifnya terhadap diri sendiri?Perlahan, tapi pasti.Yang lalu biarlah berlalu.Me time, ingat lagi akan tujuan utama bahwa semua yang dilakukan adalah untuk kebaikan diri sendiri.
Let’s ask for forgiveness and forgive better!
Referensi:
Author: Reynalda Fildzah D.



Comments