top of page

Why Self Harm?

Writer: arayou
arayou
Sep 9, 2019
2 min read


Hi semua! kali ini arayou balik lagi nih dengan pembahasan yang sedikit krusial yaitu mengenai self- harm. Pertama- tama yuk kita pahami dulu apa sih pengertian dari self- harm, menurut Whitlock (2009) self-Harmatau self-Injurymerupakan perilaku sebuah individu yang melukai diri sendiri dengan sengaja dan menimbulkan kerusakan secara langsung terhadap fisik individu tersebut. Fenomenaself-Harmatau self-Injury ini biasanya ditemukan dikalangan remaja dan dewasa awal. Menurut Maidah (2013) dari hasil penelitiannya mengenai self-harmatau self-injury dengan melakukan wawancara terhadap subjek adalah perilaku ini dapat membantu mengkomunikasikan apa yang tidak dapat dikatakan subjek secara verbal dan untuk mengekspresikan kemarahan subjek terhadap orang lain dengan mengarahkannya pada tubuhnya sendiri. Lalu apa sih penyebab suatu individu bisa melakukan self-harm? Apakah tidak ada cara yang lainnya? Salah satu penyebab terjadinya self-harm atau self-injury ini adalah dari latar belakang keluarga dan lingkungan individu tersebut yang sangat berpengaruh dalam pembentukan kepribadian individu tersebut. Beberapa bentuk self-harm adalah dengan menyayat pergelangan tangan dan mencabuti rambut secara paksa dalam jumlah yang banyak. Biasanya self-harm terjadi ketika individu tersebut ada pada kondisi emosi yang negatif dan pada situasi kesendirian.

Jika self-harm ini dibiarkan terus menerus bisa menimbulkan keinginan bunuh diri dari individu yang melakukan tersebut. Salah satu solusi mencegahnya adalah dengan melakukan copingyang posisif guys, dengan cara mencari akar permasalahan timbulnya emosi negatif dari individu tersebut. Sedangkan cara-cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menjauhkan inidvidu tersebut dari barang-barang yang berbahaya seperti silet, gunting, dan barang tajam lainnya. Lalu membangun lingkungan yang positif sehingga jika ada terjadi sesuatu dapat diceritakan dengan orang terdekat atau keluarga dan tidak sampai terjadi self-harm. Lalu bagaimana dengan orang yang ada pada individu tersebut? apa yang harus dilakukan? Sebagai orang terdekat atau keluarganya kita harus mendengarkan mereka dengan tidak menghakimi, memberitahu secara perlahan tentang bahayanya perilaku self-harm, selalu menyediakan waktu untuknya, dan mengajak mereka untuk ke profesional jika sudah tahap yang sangat membahayakan.


Written by : Anggi Vidia Nurjannah


 
 
 

Comments


© 2019 by Arayou.id. Proudly created with Wix.com

bottom of page